Feb 27

Nikmat Allah Melalui Sakit

sakit

sakit

Kemarin pagi, sedianya saya melakukan banyak hal, seperti malam sebelumnya saya sudah merencanakannya. Tetapi apa mau dikata? pagi itu badan saya tidak bisa diajak kompromi, kepala “keleyengan” dan perut mual hingga muntah-muntah.

Subhanallah, rupanya aku harus istirahat. Akhirnya, aku pun beristirahat sambil menikmati secangkir teh pahit panas yang disuguhkan istriku sebelum ia berangkat mengajar.

Hampir seharian aku terbaring, tanpa bisa melakukan banyak hal.

Ya Allah, baru kita menyadari, bahwa jika Allah berkehendak atas sesuatu, maka kita tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menjalaninya meski dengan terpaksa.

Setumpuk agenda pun kandas tak terlaksana, rupanya manusia memang hanya “harus” berencana, Allah-lah yang menentukan. Semalam sebelumnya, tanpa terasa apapun, bahwa aku harus sakit keesokan harinya, tapi…???

Aku (mungkin juga kita), baru menyadari, betapa nikmatnya sehat, dan baru menyadari, bahwa melalui sakit, kita bisa bersyukur kepada-Nya.

Bagaimana dengan Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published.