«

»

Jun 17

Gotong Royong Ala Indonesia Modern

Januari 10, 2010.

Gotong royong ala Indonesia…Dulu, di pelajaran sekolah sekitar tahun 1960 hingga 75-an, masih kerap terdengan tentang budaya GOTONG ROYONG sebagai salah stu karakter besar bangsa Indonesia. Dan memang di kala itu, gotong royong berlaku di hampir sebagian besar masyarakat, apalagi di tanah Jawa yang saya lihat dan alami. Semangat gotong royong sungguh sangat luar biasa.
Di kala itu, jika ada warga yang ingin membangun atau memperbaiki rumah, apalagi kalau yang mau membangun rumah adalah orang yang kurang mampu, antusiasme warga sekitar (tetangga) dan kepala kampung sangat besar. Sebagian besar tetangga yang tidak terikat pekerjaan, hampir semuanya membantu. Sebagian ada yang menjadi tukang, ada juga yang menjadi pembantu mengangkut bata, kapur atau mencari bambu dan ibu-ibu yang memasak nasi untuk bersama. Semuanya tanpa upah khusus, hanyalah sekedar makan di pagi dan siang dengan tambahan kopi-rokok seadanya.
Di kesempatan lain (waktu itu), jika ada yang akan melaksanakan hajatan, kontan masyarakat sekitar gotong royong membantu dengan tanpa imbalan apapun, kalaupun ada, hanyalah makan dan minum kopi seadanya.
Tapi, kini? Hampir tak pernah terlihat lagi suasana itu. Jangankan di perkotaan, di pedesaan yang sangat terpencil pun sudah hampir tak dijumpai. Banyak alasan memang, tapi begitulah keadaannya hari ini. Tak ada uang, tak ada kerja. Tak ada uang , Abang ditendang, hehehe…
Renungan saya kali ini menyangkut gotong royong adalah segala kejadian belakangan ini yang serba tidak teratur, amburadul, kacau-balau….
Di jalan atau lebih khusus di perempatan jalan misalnya, semua orang berburu dengan beringasnya untuk saling serobot untuk lebih dulu ke depan, tepat hampir di tengah perempatan (bukannya di garis batas yang diperbolehkan). Dan, pada saat lampu merah masih menyala merah, asalkan di samping kanan-kiri (yang sedang punya hak jalan) tidak ada kendaraan, atau kalaupun ada agak longgar atau agak lambat bercelah, spontan saja kendaraan di jalur yang lampunya masih merah menyerobot dan melaju dengan kencangnya. Anehnya? justru jika sudah ada yang memulai begitu, kendaraan yang lain berebut ikutan menyerobot lampu merah.
Masya Allah…, mungkin karena semangat gotong royong kali ya?
Pemandangan seperti ini, terjadi di sebagian besar aktifitas, antri menyeberang jalan, antri membeli tiket, antri melamar pekerjaan, antri di kamar kecil, antri naik dan turun bis, bahkan, antri untuk berwudhu, shalat jum’at, shalat tarawih atau ibadah lainnya???
Apa mungkin semangat gotong royong ala Indonesia ini sudah mulai bergeser penerapannya ya? Tak tahulah aku …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>