«

»

Jun 17

Kericuhan Sidang Paripurna DPR

Lengkap sudah kemerosotan bangsa yang besar ini. Hampir tidak ada sisi dari bangsa ini yang tidak mengalami kemunduran, bahkan (na’udzu billah) “kehancuran”. Tontonan yang sungguh sangat memilukan (kembali) disuguhkan pada sidang paripurna DPR dalam menindaklanjuti hak angket atas kasus Bank CENTURY, kemarin Selasa 02 Maret 2010, dengan terjadinya kericuhan antar anggota Dewan (yang katanya) “Terhormat”.
Saya tidak sedang dan tidak akan menyoroti konten yang diksiruhkan (habis, cape dan sedih sih….). Bagian yang ingin saya renungi adalah tentang sikap sebagian petinggi bangsa ini yang sudah tidak ada lagi yang patut dilihat, dikagumi apalagi dicontoh/diteladani.
Kemampuan sebagian bangsa ini untuk menahan diri, entah belajar atau sekedar pura-pura pun sudah sulit didapati. Padahal, paling tidak, pura-pura kelihatan santun (jika memang sudah tidak bisa) di depan publik, itu mungkin sedikit lebih baik. Karena mereka, para petinggi itu pun tahu bahwa hari ini, semuanya sudah serba terbuka dan real time.   Semua mata rakyat menyaksikan tingkah polah petinggi yang “terpaksa” mereka pilih untuk mewakili mereka menentukan nasib mereka, setidaknya untuk lima tahun mendatang. Alih-alih dapat menjadi contoh dan tumpuan harapan bagi perbaikan nasib rakyat, justru sebaliknya semakin memudarkan harapan rakyat dengan tontonan yang mencirikan tindakan tidak kompeten dan tidak berakhlak.
Tidak adakah lagi nurani bangsa ini untuk menahan diri dari berbuat yang urakan, bahkan anarkis? Padahal, jika ini terus terjadi, maka yang akan mengalami derita besar di dekade yang akan datang adalah diri kita, bangsa kita sendiri yang akan lebih dinikmati oleh anak cucu kita. Dan, bangsa lain (yang lebih maju) akan “merampas” semua yang kita miliki (dengan “menjajah” kita), Masya Allah …..
Terkadang, renungan sampai kepada kebuntuan, entah harus mulai dari mana memperbaiki bangsa ini yang sudah semakin kehilangan ruh kebaikan, kesantunan, akhlak mulia, kebersamaan, kepedulian dan menghargai hak-hak manusia? Apakah mulai dari rumah tangga/keluarga? atau lingkungan? atau dari sekolah awal (TK-SD)? ataukah di SLTP, bahkan SLTA dan Perguruan Tinggi?
Saya, guru, tentu tidak bisa lagi menunggu jawaban dan teori yang muluk-muluk untuk bisa segera diterapkan. Langkah praktis 3M sangat patut dilaksanakan, yakni: MULAI dari diri sendiri, MULAI dari yang kecil-kecil dan MULAI dari sekarang.
Mungkin baru itu yang saya lakukan. Anda bisa lebih baik? mudah-mudahan. Mari bersama kita lakukan….. amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>