Dec 24

Pembagian Raport/KHS dengan SAS


Setelah selesai kegiatan UAS (Ujian Akhir Semester) dan class meeting, akhirnya anak-anak sudah waktunya menerima “catatan amal”-nya berupa raport atau KHS.
KHS sebagai bukti penilaian belajar selama satu semester, memberikan paparan (yang harusnya) obyektif bagi setiap siswa. Bagaimana daya serapnya selama ini, bagaimana pemahaman–kognitif–nya, bagaiman sikap dan kapabilitas atau kompetensinya.
Bagi yang sebelum dibagikan raport/KHS masih mendapat nilai yang tidak kompeten, maka ia harus mengikuti kegiatan remedial, sebuah pembelajaran pendek, mengulang kembali apa yang mareka belum pahami. Pelajaran parsial, memang, karena yang dipelajari hanyalah yang belum dinyatakan kompeten saja.
Sehingga, setelah selesai kegiatan remedial, diharapkan semua siswa sudah mendapatkan nilai “final” dalam raport/KHS-nya. Tapi, jika sampai batas akhir penyerahan raport/KHS ada juga yang masih belum tuntas nilainya, maka mau tidak mau harus mengulangi kegiatan remedial kembali sesudah liburan (masuk sekolah).

Ada yang menarik di sebagian sekolah, terutama di DKI Jakarta. Penulisan raport/KHS sudah mulai dengan sistem komputerisasi. Dinas Dikmenti DKI sudah menggulirkan program “wajib” Sistem Administrasi Sekolah (SAS) di tiap SLTA.
Semua data, termasuk nilai di dalamnya, harus terkomputerisasi, bahkan harus online. Meskipun agak terburu-buru dan tersandung-sandung, akhirnya sebagian besar SLTA sudah sukses mengaplikasikannya (dengan modal dan waktu yang tidak sedikit tentunya).
Begitu juga di SMK 45 Jakarta, sistem SAS pun sudah digulirkan, bahkan sudah sejak hampir dua tahun sebelumnya. Sehingga, administrasi penilaian sudah tidak lagi dengan model “jadul” (jaman dulu?), data sudah dapat diakses secara online dan paper less.
Semoga saja kian hari kian bertambah maju, meskipun memang sungguh… beraaat.

Dec 10

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)


Hampir sebagian besar sekolah, mulai tanggal 9 Desember 2008 melaksanakan kegiatan Ujian Akhir Semester (UAS) atau Ulangan Umum atau nama lain yang sejenisnya, termasuk di sekolah tempatku mengajar, Ulangan Umum dilaksanakan tanggal 9 – 15 Desember 2008.
Tes hasil belajar, memang merupakan salah satu alat untuk mengukur ketercapaian hasil belajar siswa setelah mengikuti kegiatan belajar. Akan tetapi, pada saat arah kurikulum di Indonesia mulai tergiring ke konsep Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang berbasis pada unjuk kerja dan ketuntasan belajar (mastery learning), masih tepatkah teknik tes yang dilakukan secara kolosal dan/atau dijadwalkan secara bersama dan dengan materi yang juga sama?
Padahal, jika memang berkiblat pada ketuntasan belajar (apalagi kurikulum KTSP), seharusnya tidak lagi mekanisme tersebut dipertahankan. Siswa yang memang dapat menyelesaikan pelajaran lebih cepat, maka mereka berhak untuk lebih awal mengikuti ujian ketimbang yang lain. Dan, jika ia sudah lulus atau kompeten, maka tidak tepat jika harus diuji lagi untuk materi yang sudah kompeten. Apalagi dilakukan secara bersama-sama.
Mungkin, masih bisa dipahami dan diterima jika ujian secara bersama dalam bentuk Ujian Nasional (UN) karena memang merupakan Standar Kompetensi Kelulusan bagi siswa yang akan menyelesaikan studinya. Tapi, jika selain UN masih tepatkah?
Semoga, hari demi hari pendidikan kita semakin membaik, baik konsepnya, arahnya dan konsistensinya, amin.

Dec 08

KURBAN di Idul Adha 1429 H


Gema takbir tanda perayaan Idul Adha 1429H dimulai dan sudah berkumandang gegap gempita sejak magrib kemarin malam (. Rupanya Idul Adha kali ini relatif bersamaan semua, baik di Saudi maupun di dalam negeri. Hanya sedikit (aliran tarekat) saja yang berbeda.
Senin, 08 Desember 2008, alhamdulillah saya berkesempatan mengisi khutbah Idul Adha di komlpek BATAN Indah (Badan Tenaga Atom Nasional) di Serpong, Tangerang. Shalat dilaksanakan di tengah lapangan di depan masjid DZARRATUL MUTHMAINNAH komplek BATAN Indah.
Segera setelah shalat selesai, panitia segera bergegas mempersiapkan penyembelihan hewan kurban yang berjumlah 104 (13 sapi dan 91 kambing). Belum lagi di masjid lingkungan tempat tinggalku, juga banyak jumlah hewan kurbannya, sapi 5 ekor dan kambing 13 ekor.
Di negeri ini, ritual kurban dan atau penyembelihan lainnya (seperti aqiqah) cukup lumayan mulai digemari. Tapi, entah mengapa, tampaknya kepedulian kepada sesama dalam arti yang sesungguhnya masih belum terlihat secara real dalam kehidupan?
Lalu, arti dan manfaat berkurban bagi kehidupan itu apa?
Mengapa masih juga tidak peduli kepada sesama yang jauh sangat membutuhkan? Bantuan masih bersifat tendensius, jika ada keperluan, jika kelompok/partainya ingin mendapat dukungan, jika terlihat banyak orang, dll ………….???
Masya Allah…., semoga saja kita semua dapat mengambil pelajaran dari perintah Allah swt yang sangat mulia ini, amin.

Dec 05

PERBEDAAN PERSEPSI

Ada seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya :
– Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg berhutang kepadamu.
– Kedua : Jika pergi ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.
Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.
Pada suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada mereka.Jawab anak yang bungsu : “Ini karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih”.”Juga Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah banyak”.
Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang sama.Jawab anak sulung : “Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan sehingga dengan demikian modaltidak susut”.”Juga Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Karenanya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup.””Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama”.

MORAL CERITA :
Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi dengan presepsi yang berbeda.Jika kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita… pilihan ada di tangan anda.

Sumber: http://wahyokublogspot.com/

Dec 04

Hari gini, Ta’lim ?

Seperti pernah sebelumnya, alhamdulillah pada hari Kamis, 04 Desember 2008 saya berkesempatan kembali mengisi ta’lim di PT DESIRA GUNA UTAMA (Majelis Ta’lim Nurul Iman) di Cilandak Barat, Jakarta Selatan.
Ada kebanggaan tersendiri setiap saya harus mengisi ta’lim di DESIRA, betapa tidak? Ibu-ibu yang hadir sebagian bertempat tinggal jauh, hingga Pondok Gede Jakarta Timur, lebih dari itu, ada juga yang sudah mulai berusia 60-an tahun, tapi semangatnya sungguh luar biasa. Apalagi pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi yang terjadi, luar biasa!
Ternyata, masih ada mereka yang mau menyisihkan waktunya untuk meningkatkan kualitas diri dan agamanya.

Semoga titian ta’lim yang dilakukan menjadi jalan untuk terbukanya hati dan pikiran “beliau” (jama’ah ta’lim) semuanya, amin.

Dec 03

Foto PNS

Dua hari terakhir ini, PNS Pemda DKI (khusunya di Jakarta Barat) diminta untuk segera foto dan pendataan untuk identitas. Katanya sih untuk identitias elektronik yang dpat digunakan untuk berbagai keperluan dan manfaat. Wah, ini ide bagus….???
Ya, ini sebagian dari ide-ide bagus. Asalkan saja dilakukan dengan baik, direncanakan dengan baik dan ditindaklanjuti serta dimonitor dengan baik juga. Tidak cuma “anget-anget …???”
Dari sisi perencanaan dan sosialisasinya? Hampir sebagian tidak tahu sama sekali. Bayangkan, menjelang siang baru ada informasi “wajib” foto identitas di suatu kecamatan, dan… itu hari terakhir, sampai pukul 16.00. Hebatnya lagi, sebagian dapat informasi karena ada salah seorang yang berkeperluan ke kecamatan dan mendapat informasi. Masya Allah… kalau tidak ada yang ke kecamatan?
Sebenarnya, kalau ini dianggap penting dan waktunya singkat, bisa dengan sosialisasi sebelumnya. Bisa juga melalui edaran terlebih dahulu. Atau “pahitnya”, bisa juga dengan menelepon ke instansi tempat kerja PNS lebih pagi, sehingga bisa lebih siap. Bisa dibayangkan kalau terjadi di sekolah. Kapan harus pergi “berfoto”? Mana murid harus didampingi, tidak patut kalau ditinggal begitu saja. Walaupun diberi kesempatan hingga pukul 16.00, tetapi kalau informasinya saja baru didapat menjelang siang????
Ya sudahlah, smoga saja ini menjadi pengalaman yang berharga, karena meskipun seberapa baiknya program, kalau tidak di-manage dengan baik? Kata orang bijak “Fail to plan is plan to fail”.
Kita dukung semua baik, semoga ……

Dec 02

HIV/Aids


Kemarin, tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari HIV/Aids sedunia. Sebagian orang memperingatinya dengan berbagai cara. Ada yang dengan kampanye simpatik, ada yang melakukannya dengan pawai, ada juga dengan lomba. Entah, apakah mereka semua tahu makna hakiki yang mereka peringati dan harapkan, ataukah hanya ikut-ikutan saja.
Terlepas dari semua itu, memang kita menjadi serba salah dengan masalah HIV/Aids yang sudah melanda bangsa (utamanya remaja) kita, yang konon, kata orang pinter, jumlahnya bagaikan gunung es, banyak tetapi hanya sedikit yang terlihat di permukaan.
Betapa tidak serba salah, satu sisi, jika kita melihat para penderitanya, apalagi yang tertulari tanpa dosa, mereka semua adalah manusia yang juga ingin mendapat perlakuan yang sama dengan orang lain, tapi justru mereka dijauhi, padahal mereka juga tak pernah menginginkan penyakit yang “mengerikan” itu.
Tapi, di sisi lain, mereka yang melihat, begitu kerasnya mencibir dan menolak, karena hampir semua penyebab penularan adalah melalui jalan yang pada umumnya “buruk” seperti hubungan sex (dengan selain istri; zina), jarum suntik yang pada umumnya digunakan oleh pengguna narkoba dan media lainnya.
Lalu, jalan tengah terbaik seperti apa yang dapat kita lakukan? Agar saudara-saudara kita yang terkena juga semestinya kita perlakukan dengan tepat, dan orang lain pun kita sikapi dengan tepat pula.
Terserah kepada nurani kita sendiri …….???

Nov 30

Bagus atau Tepat ?

Ternyata

dalam hampir segala hal

Tidak ada “kata” yang paling bagus

Yang ada hanyalah yang paling TEPAT

Bagus, belum tentu tepat

Mendidik, merawat anak-anak kita sendiri, misalnya

tidak ada cara atau metode mana yang paling bagus

yang ada, hanyalah yang paling tepat untuk anak kita

Karena, manusia memang diciptakan berbeda…

Nov 29

Tim Matematika SMK Jakarta Barat

Jum’at, sabtu dan minggu, 28-30 nopember 2008, guru SMK mata pelajaran UN berkumpul bersama di “Griya Astuti” untuk merumuskan bank soal untuk latihan siswa SMK DKI Jakarta bagi siswa kelas X dan XI.

Di bawah arahan Bapak Drs. Bambang SR, kami tim matematika bekerja ekstra mengelaborasi soal latihan matematika. Tim kami kebetulan ber-tujuh.

Di kelompok Bisnis-Manajemen ada: Drs. Ainur Rofiq, MM, Drs. Zainudin Idris, MA, Sukadi, SPd dan Hotma Sihombing, SPd.

Sedangkan di kelompok Teknologi ada: Dra. Handayani, Drs. Masrul dan Yahya, SPd.

Ya Allah, semoga saja karya sederhana ini dapat menjadi bagian untuk membuat anak bangsa menuju ke hari depan yang lebih baik, amin.

Nov 29

TIM MATEMATIKA SMK DKI

Sejak senin hingga kamis, 24-27 Nopemebr 2008, kami beberapa guru SMK mata pelajaran Matematika berkumpul, berembug bersama dalam meyusun Bank Soal Matematika SMK yang akan dijadikan sebagai bahan latihan siswa-siswa kami dalam upaya meningkatkan persiapan dan hasil nilai Ujian Nasional (UN) di tahun 2008-2009 ini.
Dengan tim kerja yang berdedikasi tinggi, akhirnya kami semua bekerja.
Di kelompok Bisnis-Manajemen ada: Dedi Dwitagama, Zainudin Idris, Yusmianti Sukin, Pratikno dan Elvis Purba.
Sementara di Teknologi ada: H. Kasmina, To’ali, Wahid, Burhanuddin dan Hasbi.
Sedangkan di Pariwisata ada: Gendra Priyadi, Ani Kristiani, Agus dan Tri Wendi.
Dengan perdebatan yang sengit demi mencapai hasil yang lebih baik, akhirnya, kamis sore, semua pekerjaan relatif tuntas semuanya.
Semoga saja dapat menjadi sumbangsih untuk siswa-siswi SMK, khususnya DKI Jakarta yang lebih baik, amin.